“Njuss, njusss, njussss….”, begitu lirik lagu Susan si boneka milik Ka Ria Enes yang menceritakan Cita-citanya kepingin jadi dokter yang kerjanya nyuntik orang. *padahal ga hanya dokter yang bisa nyuntik orang lhoo* :D

Back to topic, Suntik Meningitis, itu WAJIB hukumnya bagi siapapun yang akan melaksanakan umroh ataupun haji. Sebenernya apasih vaksin meningitis itu? Seberapa penting kah?

Meningitis meningokokus bisa menyebabkan infeksi pada selaput yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang (meningitis), infeksi darah dan infeksi berat lainnya pada dewasa dan anak-anak. (Sumber: Wikipedia)

Vaksin Meningitis adalah vaksin yang disuntikkan kepada seseorang yang hendak melaksanakan ibadah haji dan umroh, dengan tujuan mencegah penularan Meningitis meningokokus (radang otak) antar jamaah. Sejak tahun 2002, Kementrian Kerajaan Arab Saudi mengharuskan negara-negara yang mengirimkan jamaah haji dan umroah untuk memberikan vaksin meningitis dan menjadikannya syarat pokok dalam pemberian haji dan umroh.

Kamis, 4 April 2013
Ditinggalin yang udah pada nyuntik vaksin meningitis, pasrah, berbekal informasi dari Ummi klo lokasi di daerah Pelabuhan Tanjung Priok, yowes, deketlah dan sudah terbiasa juga ke daerah sana.

Lokasi Suntik Vaksin Meningistis di Pelabuhan Tanjung Priok

Lokasi Suntik Vaksin Meningistis di KKP Tanjung Priok

Pesan: Pokoknya, dari Pos 1 Pelabuhan Tanjung Priok, belok ke kanan. Sampe deh.

Bayangin: Lah, berarti sebelahan sama PT Multi Terminal Indonesia (head office) dong, emang bener sih sebelahnya pernah denger mau dibangun poliklinik, berarti disitu yah. Bismillah deh.

Persyaratan Vaksin Meningitis, yaitu :

  • Fotocopy Pasport tebaru atau mengisi formulir pendaftaran (berisikan item no, hari tanggal,nama sesuai pasport,tempat tanggal lahir,alamat, pilihan vaksin dan tanggal berangkat)
  • Pas foto ukuran 4×6 (1 lembar) diperlukan jika listrik padam
Pelayanan dimulai Senin s/d Kamis jam 08.10 wib sampai dengan jam 15.00 wib. Jam istirahat Senin s/d. Kamis 12.00 s/d. 13.00 dan hari  Jum’at  jam istirahat 11.00 wib s/d. 13.00 wib.
Jika anda belum belum jelas silahkan hubungi Telepon 021-43931045 pesawat 144 (Ruang Pendaftaran) 147 (Ruang Vaksin).

Link: Web KKP Tanjung Priok

Pukul 13.30 berangkat dari rumah, 15 menit sampe, parkir motor dan langsung masuk. Ke bagian pendaftaran yang ada di dekat pintu masuk. Berhubung saya sudah didaftarin ama Ummi, jadi tinggal nyerahin kertas pendaftaran aja. Klo belum daftar, sepertinya disuruh isi data2 sesuai ktp/paspor deh dan bayar formulir Rp 2.500.

Menunggu session 1, lumayan ramai yang antri klo dateng siang-siang, sekitar 30 orang yang memenuhi ruang tunggu, entah menunggu untuk apa, yang pasti mereka bukan menunggu jodoh #yaiyalah :D. Sekitar 15menit, namaku akhirnya dipanggil untuk masuk ke salah satu ruangan yang ada. Satu kali manggil 3 nama yang masuk.

Kegiatan selanjutnya adalah membayar biaya suntik vaksin Meningitis sebesar Rp 110.000 dan langsung disuntik masih di ruangan yang sama cuma ditutupin tirai rumah sakit gitu. Yang nyuntik perempuan, aman pikirku. Lokasi penyuntikan berada di tangan kiri, terserah sih mau di tangan kanan juga katanya boleh. Njusss, ga berasa, ga sakit #horeeeee. *ga semua lirik lagu itu benar*. Setelah selesai, kita diminta untuk menunggu di luar.

Menunggu session 2, masih ditempat menunggu yang pertama, aktivitas kali ini ini adalah selain update status, cek twitter yaitu merhatiin orang2. *ga penting*. Ga berapa lama, namaku dipanggil lagi.

Di ruangan yang berbeda ini, kita disuruh duduk, di hadapkan dengan petugas yang berada di depan layar monitor, kemudian kita akan ditanya-tanya mengenai informasi data diri kita seperti nama, tempat tanggal lahir dan alamat rumah. Setelah itu, kita diminta untuk menghadap kamera dan “Jepret”, yup kita difoto. Pose standar ktp, dilarang keras untuk pose 4L@Y :)

Buku Kuning Vaksin MeningitisInternational Certificate of Vaccination or Prophylaxis a.k.a Buku Kuning pun diserahkan kepadaku. Masa berlaku vaksin ini 2 tahun (04 April 2013 – 04 April 2015), klo misalnya tahun depan mau umroh lagi (amin), jadi ga perlu disuntik.

Alhamdulillah, akhirnya selesai juga kegiatan suntik2an ini. Bergegas pulang dan langsung menyerahkan buku kuning tersebut ke rumahnya buketu (Hj. Wati).