Pacar vs Mantan

Ada seorang teman bertanya tentang pendapatku mengenai suatu hal. Suatu hal yang aku pikir merupakan kejadian sesungguhnya yg dialami oleh dirinya. Cerita mengenai seorang mantan dari pacar kita yang datang kembali dn mengganngu hubungan dia dan pacarnya. Yap, aku langsung sadar klo pemeran dari cerita tersebut adalah ia, pacarnya dan mantan pacarnya.
Temanku, sebut saja namanya Mawar, yang sekarang adalah pacarnya Kumbang *tunangannya malah*, ga suka dengan kedekatan si Kumbang dengan mantannya yang mulai ngasih perhatian lebih terhadap pacarnya itu, bahkan yang lebih ekstrim lagi, sang mantan pacar melakukan pendekatan kembali terhadap keluarga pacarnya.

Sebenernya, cemburu itu wajar, apalagi dalam hal mantan, dan parahnya sang pacar yang tetep ingin menjalin hubungan dengan sang mantan dengan alasan “kita kan cuma temenan”. Alasan yang sangat klasik, satu hal yang pasti diyakini, orang pasti suka apabila dikasih perhatian yang lebih oleh orang lain, apalagi ini sama mantan sendiri, orang yang dulu pernah saling menyayangi. Ok, kita pasti merasa tersanjung apabila ada mantan yang tiba-tiba dateng trus ngasih perhatian yang beda dari sekedar teman. Tapi, beda kasus dengan ini, saat kita dah punya pasangan lain, apakah hal itu masih wajar dilakukan???

Dalam kasus ini, menurutku orang yang paling gampang untuk mengambil keputusan alias pangkal dari semua keputusan ya ada di si Kumbang (sang pacar). Sayangnya, Kumbang termasuk orang yang ga mau kehilangan fans, jadilah saat ini, cuma Mawar yang merasa menderita. Setiap pacar pasti menderita apabila diposisikan seperti ini, saat mantan dari pacar kalian kembali dalam kehidupan, masuk dalam kehidupan asmara kalian, dan pacar kalian sendiri senang dan menganggap itu hal biasa.

Banyak pesan yang aku sampaikan kepada Mawar, mulai dari ngelabrak sang mantan pacar kita, minta putus sampe dengan pesan yang paling bisa ditolerir, yaitu sampaikan rasa ketidaksukaan kita dengan hubungan pacar kita dan mantan pacarnya walaupun yang mereka anggap hanya pertemanan biasa *jujur itu lebih baik*, beri sedikit ancaman tuk minta putus apabila mereka masih nekat berhubungan *satu hal yang perlu diingat, seorang pacar yang benar-benar sayang ma kita bakalan menjaga perasaan kita dan pastinya ga pengen ngebuat kita sakit hati*

Sesaat aku berfikir, bagaimana jika itu terjadi kepadaku, saat aku berperan sebagai Mawar, apa yang harus aku lakukan? Melakukan hal yang sama dengan yang aku sampaikan kepadanya? Mungkin.

Tapi bagaimana jika aku diposisikan sebagai Kumbang dan aku tetap menganggap kedekatanku dengan mantan pacarku hanya sebatas teman. Mungkinkan aku harus menunggu pacarku untuk melakukan ancaman putus baru aku tersadar bahwa aku telah menyakitinya?

Atau, bagaimana jika aku diposisikan sebagai mantan pacar. Dateng ke kehidupan mantan pacar, mencoba bersilaturahmi dengan keluarganya. Jikalau aku berperan sebagai ini, aku bisa berfikir *insya Allah masih bisa berfikir*, apalagi jika sang mantan sudah punya pacar, pasti aku jaga jarak dan mungkin lebih baik menghindar daripada dibilang sebagai perusak hubungan orang atau perebut pacar orang. Oh no! aku ga suka dengan cap seperti itu…. Fuih, memang klo ngomongin masalah mantan itu sangat sensitif, bahkan salah satu temanku pernah bilang kalau mantan adalah is the best!

Pokoknya, saranku kali ini, jangan jadikan mantan sebagai perbandingan antara pacar kita yang baru. Karena, setiap orang berbeda, setiap orang punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing dan sayangilah pacar kalian, setidaknya anggaplah ia merupakan jodohmu saat ini….

Komentarnya ditunggu...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s