Malu-Malu Kucing

Malam ini, aku memang berencana untuk ngambil kue yang dipesen ke nyokapnya mantan. Bbm si mantan dan ga dibales, mungkin dia udah ngelayap entah kemana, secara ini malem minggu. Telp ke rumahnya, bokapnya yang ngangkat dan malam ini bonyoknya ada di rumah. Oke langsung capcus…

Teringat klo uang di dompet cuma ada 100rb + uang recehan, dijamin kurang nih buat bayar kue (Putri salju 2 + Sagu keju 1), sepanjang jalan tengok kanan kiri nyari atm. Ketemulah atm mandiri di pom bensin, bodo lah dipotong 5rebu juga, yang penting ada uang. Akhirnya, sampailah saya di gg. Pori di daerah Cipinang Kebembem, Jakarta Timur. Yah, ada motor yang parkir di depan rumahnya, mungkin motor tamu, dan ternyata benar, ada pacar adeknya disana.

Kejadian BODOH ini pun terjadi di ruang nonton tv, saat si mantan s̶e̶p̶e̶r̶t̶i̶ ̶b̶i̶a̶s̶a̶ maksa ngegeledah isi blackberry. Dengan perasaan nyantai kasih aja tuh bb, secara hampir semua aplikasi udah di protect pake password. Hohohoooo.

TERNYATA, penggeledahan tak hanya sebatas bbm, fb, dan twitter tetapi berlanjut ke images yang memang ga diprotect. Hati udah mulai was-was takut di dalamnya banyak foto2 ‘terlarang’. Dan ternyata benar, dia menemukan satu foto hasil screen shot percakapan kami di bbm yang sengaja aku capture. Awalnya dia ga komentar langsung tentang gambar itu, sampai aku ngerasa ada tingkahnya yg lain, akupun segera merebut kembali bbku.

Dia cuma bilang, “Sering amat sih screen shot segala”

Mikir dan langsung MALU. Gimana engga, ada satu gambar capturean bbm kita yang isinya terlarang. Hahahaa. Serasa kembali jadi kepiting rebus untuk yang kesekian kali sama dia. Dan dia, senyam-senyam ngetawain aku yang jadi salah tingkah dan langsung minta pulang.

Malu abis, sumpah…

“Ngapain malu sih, aku doang ini yang liat…”. Helloooo, yang namanya isi hati yang sengaja disembunyiin, terus tiba2 diketahui sama orangnya langsung, ya pasti malu lah, walaupun yang baca adalah orangnya langsung. Dan ini bukan kejadian pertama dia ngeGAP tingkah selebor aku yang sering naro curhatan di sembarang tempat. 4x. Coba dibayangkan permirsah!

Ngerasa banget saat baca twitnya dia…

Haruskah kegiatan mengcapture hal2 pribadi dihilangkan dari kebiasaan? Uninstall capture-it? Hiks, ga mau, ga ingin, karena mengcapture itu salah satu kesenangan tersendiri buatku. Membuatnya jadi bukti, membuatnya bisa dikenang. Atau mungkin aku hanya perlu lebih rapih dalam menyimpan isi hati, menyimpan memori, menyimpan bukti ini. Let it flow aja, selama ga ada yang iseng bongkar2 isi handphone dan laptop, sepertinya semua aman disana.😀

Teringat testimoni darinya tentangku, aku, si orang yang malu-malu kucing.

Komentarnya ditunggu...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s