Jadi Anak Ngompreng

Thanks buat ni2ng yang udah ngajarin aku jadi anak omprengan lagi…🙂

Cerita berawal ketika ada 1 buah sms, 1 buah mention dan 1 buah DM di twitter, isinya si ni2ng minta anterin kondangan ke Kalideres. Aku yang baru aja satu menit sampe rumah abis datang ke kondangan ka Anis n ka Tofan di Bekasi y̶a̶n̶g̶ ̶p̶a̶n̶a̶s̶ ̶d̶a̶n̶ ̶m̶a̶c̶e̶t̶ ̶i̶t̶u̶ pastinya kaget pas baca notification2 itu. Dengan segenap penolakan yang bisa diucapkan dengan tulisan dan lisan tetap aja ga bisa meluluhkan hati si ni2ng untuk bisa mengajak “mangsa” yang lain. “Gw mau nangis inih, pokoknya anterin kondangan…. :(“, begitulah kira2 rayuannya (ˇ_ˇ’!l)

Entah mengapa menjadi sangat ingin menemaninya, sekedar membantu melepaskan rasa kecewanya ditinggal pergi duluan sama teman-temannya yang lain.

Mau pergi lagi, Ummi langsung berkoar…. Daripada capek dengerin ummi ngomel klo aku ga boleh keluar lagi, mending nunggu si ummi pergi baru deh aku jalan *maap ya Ummi klo anakmu ini bandel*

Jam 4 sore si Ummi berangkat ke luar rumah, mau nengokin orang sakit lanjut acara 40 harian saudara yg meninggal. Saatnya siap2, bermodal baju yang tadi dipake buat kondangan, dengan beberapa perbedaan pada model jilbab + jaket jeans, aku siap jalan2. Mau kemana kita? Kalideres. Katanya itu kaya mau ke Tangerang lho, mmmm, jauh yah…

Aku, orang yang sangat jarang naek angkot *bukan sok, tapi merasa lebih aman dan nyaman naik motor* berfikir bahwa ini bakalan jadi perjalanan yang mengasikkan. Bayangin ke tempat yang jauh dan belum pernah dikunjungi naek bus Transjakarta pula. Entah sudah berapa lama aku ga naik kendaraan itu😀

Berangkat, sesampainya di ITC, parkir motor dan langsung jalan menuju koridor halte busway tempat janjian ketemuan ama si Ni2ng. Dia sudah disana dengan balutan dress berwarna hitam ala baju kondangan di gedung *pokoknya nyentrik dah, cieeee*.

Omprengan 1: Bus Transjakarta ITC Cempaka Mas – Harmoni : Rp 3.500,-
Ga pake antri, langsung naik bus, sempet berdiri sebentar dan Alhamdulillah dapet tempat duduk dengan iringan musik lawas.

“Ning, klo busway ga ada yang jual minuman yah?” | “Ya ga adalah dodol…”

Sesampainya di Harmoni, OMG, antrian menuju ke Kalideres dahsyat panjangnya, sampai ada yang bilang “ini mah bisa sampai Kalideres hari Selasa”. Weks! Dengan sabar kita berdiri diantara ratusan warga Jakarta lain dengan tujuan yang sama kira-kira 20 menit sambil makan chiki….

Omprengan 2: Bus Transjakarta Harmoni – Kalideres: Rp 0,-
Setelah antri sampe ubanan, dihadapkan dengan bus yang penuh, harus sabar lagi toh, tapi bus kali ini lebih oke dengan ac yang lebih dingin dan musik yang lebih familiar sampai ga sadar jadi karaokean di dalem bus😛. Baru dapat tempat duduk setelah sampai Grogol.

JAUHnya Kalideres, berkutat sama waktu yang udah ga sore lagi, sampailah kami di Terminal Kalideres. Terminal yang ga berbeda jauh dengan terminal-terminal lainnya, banyak bis gede, banyak ojek, banyak pedangan asongan dan yang paling menyebalkan adalah bau pesing. Mampir di salah satu pedagang asongan sekedar membeli air minum, haus sekali rasanya.

Berjalan keluar dari terminal dengan sedikit buru-buru, bertanya kepada Polisi mengenai angkot “terbaik” menuju lokasi kondangan yang kita sendiri belum tau harus naik apa. Berniat melanjutkan perjalanan menggunakan taxi menuju lokasi kondanganpun terpaksa batal karena alasan struktur jalan yang sangat tidak mungkin dilalui oleh taxi. Hiks.

Omprengan 3: Sejenis mikrolet, entah nomor berapa: Rp 2.000,-
Nyebrang ke arah yang berbeda, jalan lagi dan mulai pilih-pilih mau naik mikrolet yang mana. Hahahaaa. Sampai akhirnya bertanya sama salah satu orang disana untuk angkot yang mana. Kita naik mikrolet dengan cat warna putih-hijau dan sampailah kita menuju daerah yang diberi nama Warung Pojok. *nama yang aneh, serasa berbau vulgar*.

Pantes aja itu taxi nolak anterin kita kesana, lha wong tuh jalanan mesti nyebrang jembatan yang hanya muat satu taxi, ditambahan masuk ke jalanan kampung gitu… hihihiii.

Omprengan 4: Ojek Motor : Rp 7.500
Ini dia si penolong kita, ojek yang kita bayar agak mahal dari biasanya membuat perjalanan daerah Warung Pojok menjadi jauh lebih cepat, ga kebayang klo misalnya kita nekat jalan kaki ke lokasi kondangan. Ketemu dengan jalanan yang disebelahnya masih ada lahan kosong buat bercocok tanam dan ini masih ada di Jakarta.

Sampaiiiiii…..

Alhamdulillah, setelah melewati berbagai “penyiksaan” selama diperjalan, kita pun sampai di rumah sang mempelai pria. Tak lupa bilang ke tukang ojeknya untuk nungguin kita kondangan karena takut ga tau mesti naik apa untuk baliknya. Hahahahaa.

*bersambung* :p

Posted with WordPress for BlackBerry.

2 thoughts on “Jadi Anak Ngompreng

Komentarnya ditunggu...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s