AMAZING Karimunjawa Islands Part 1 : Tak Hanya Wacana

Amazing, mungkin kata itu tak cukup untuk mendeskripsikan keindahan pemandangan alam di Kepulauan Karimunjawa.
Subhanallah, mungkin itu kata yang tepat aku lontarkan saat bisa melihat secara langsung indahnya lukisan-Mu.
Alhamdulillah, kata yang pas aku ucapkan karena aku pernah menginjakkan kaki disini.
Insya Allah, aku akan kesana lagi.

======================##======================

Postingan ini adalah balasan dari postinganku sebelumnya. “Tak Hanya Wacana”, aku bersyukur akhirnya ini memang bukan hanya sekedar wacana yang aku buat bersama teman-teman kampusku lainnya. Ini kenyataan, dan aku jadi orang yang memerankannya😀

Jum’at, 14 Oktober 2011

Jam setengah lima sore aku berangkat dari rumah diantar oleh Mba Dian menuju Astra International (AI) tempat aku janji ketemuan sama Bella. Langsung hunting taxi untuk menuju Terminal Rawamangun, tapi sungguh malang nasib kita karena taxi-taxi yang berada di sekitar AI kebanyakan sudah dibooking oleh orang lain. Telepon ke Juki dan Ni2ng berharap mereka bisa ikutan hunting taxi di sekitar kantor mereka tapi hasilnya nihil juga. Setelah lumayan lama menunggu dan mengejar-ngejar setiap taxi yang lewat, akhirnya kami dapat taxi. Horray!!!!

Bella & Juki siap tidur dengan selimut dan bantalnya @ Bus Muji Jaya

Perjalanan dimulai dengan menjemput Juki di kantornya. Sempat kesal juga sama dia karena tidak menjawab telepon dari kami, padahal kami sudah mau sampai kantornya dan itu menyebabkan rute taxi kami harus memutar satu kali. Tidak terlalu jauh sih, tapi tetap saja, kelakuan ga ngasih kabar bikin kita yang ada di taxi bingung, ini si Juki kemana, lagi ngapain, apakah dia tersesat dengan alamat palsu? #eaaaaaa. “Bos gw ngajakin meeting pas gw udah mau berangkat”, huh emang tuh para bos ga tau apa klo si Juki mau jalan-jalan. Heheheeee. Selanjutnya menjemput Ni2ng yang sudah nunggu di depan TRAC dan langsung menuju Terminal Rawamangun.

Setibanya di terminal, mapir dulu ke Agen Muji Jaya Rawamangun untuk sekedar menukar tiket yang kemarin sempet terjadi “masalah”😀. Magribpun berkumandang, Bella bertugas menjaga barang-barang bawaan kita di bus, sedangkan kami (Aku, Ni2ng dan Juki) mampir ke masjid dekat terminal yang bernama Masjid Baitul Mu’minin untuk salat Magrib dan jama takdim Isya. Selepas salat, mampir sebentar ke Alfamart yang berada tidak jauh dari terminal, beli air minum, antimo, makanan wajib Ni2ng (roti) dan camilan untuk di perjalanan.

Service makan PO Muji Jaya @ Rumah Makan Uun, Indramayu

Jam 19.10 (bilangnya berangkat habis Magrib) bus berjalan menuju Jepara. Bismillah. Saatnya tidur😀. Sekitar jam 22.00 kami berhenti di Rumah Makan Uun di daerah Indramayu. Late dinner gratis yang disediakan oleh pihak Muji Jaya. Menunya standar, nasi, sayur, ayam, sambal dan kerupuk.

Selesai makan malam, bus kembali melanjutkan perjalanannya. Mungkin karena masih kenyang, jadi aku masih asik ngobrol sama Ni2ng, tentang kegalauan dia meninggalkan Jakarta, dengerin lagu bareng sekilas nengok ke kursi belakang ternyata si Juki sama Bella sudah kembali tertidur. Gimana ga mau gendut coba.😛

Sabtu, 15 Oktober 2011

Tarif KMP Muria terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2011

Sekitar pukul 05.30 kami sudah tiba di Jepara, tepatnya di depan Hotel Segoro. Jalan sekitar 50 meter menuju Agen PO Muji Jaya di Jepara, Contact Person: Mba Sri, 081390365187 untuk pesan tiket bus pulang menuju Jakarta. Setelah urusan pembelian tiket pulang beres, saatnya naik becak menuju Pelabuhan Kartini. Jalanan Jepara pagi itu masih sepi, hanya ada penyapu jalanan tanpa ada mobil yang berlalu-lalang, sangat berbanding terbalik dengan jalanan di Jakarta.

Sampai di Pelabuhan Kartini sekitar pukul dan kaget melihat keramaian di loket pembelian tiket KMP Muria, padahal ini baru jam 6 pagi lho. Mulai kepikiran, wah jangan-jangan Mas Fajar masih menjadi salah satu orang diantara para pengantri itu, jangan-jangan kita ga kebagian tiket, wah bisa kacau segala urusan nih. Untungnya, setelah telepon Mas Fajar, ga berapa lama dia sudah datang dengan setumpuk karcis. Ini pertemuan pertama kali kami dengan Mas Fajar setelah selama ini hanya komunikasi via sms saja. Kepercayaan (ajib bahasanya) yang telah kami berikan kepadanya berujung mulus. “Kok bisa jam segini sudah dapat tiket, emang ngantri jam berapa Mas?”. “Saya sudah antri dari jam 3 mbak”. Wewwww, mantabbbb!

Pemeriksaan Tiket KMP. Muria

Ketika sedang berjalan menuju dermaga, terjadi kejadian yang sangat mengharukan, akhirnya kita bertemu dengan salah satu teman seperjalanan kita yang berasal dari Solo yaitu Chris, cowo jangkung kurus putih jawa itu yang hampir 6 bulan ga ketemu #lebay. Sebelum naik kapal, akan dilakukan pemeriksaan secara manual oleh petugas asdp, siapkan tiketnya dan tunjukan pada beliau-beliau ini.

@ KMP. Muria kelas ekonomi

Kita sudah diatas kapal jam 06.20, hahaha, pagi bener yah, penumpangnya pun masih sepi, jadi kita masih bebas pilih tempat duduk dimana saja. Setelah berunding, kita memilih duduk di ruangan tengah (ruang depan untuk kelas vip, ruang tengah dan belakang untuk kelas ekonomi), tepatnya di baris ketiga di depan lcd. Alasan memilih duduk disana biar ga banyak orang lalu lalang depan kita dan biar bisa karaokean di kapal. Wkwkwkw. Oh iya, karena kapal berangkat masih lama, aku ditemani Bella menyempatkan diri untuk keluar lagi dari kapal, foto-foto suasana Pelabuhan Kartini dan beli sarapan. Jam 08.10 kira-kira kapal KMP Muria ini menjauh meninggalkan Pelabuhan Kartini yang di tandai dengan bunyi klakson kapal yang bisa terdengar seantero pelabuhan. Selamat tinggal Jepara, sampai ketemu hari Selasa🙂

Tepar di kapal setelah minum antimo

Maen Uno di KMP Muria

Berkibarlah benderaku

Jam-jam awal di atas kapal kita habiskan dengan nyanyi-nyanyi lagunya Band Armada serasa di ruangan karaoke. Hahahaa. Lumayan banyak juga lagu Armada yang enak didengar dan diperdendangkan. Ga beberapa lama, efek minum antimo mulai berasa, hihihiiii, kami ngantuk sodara-sodara. Mulai deh nyari posisi buat tidur. Mmmm, tidur sambil duduk kayaknya ga mungkin jadi lebih milih duduk dibawah dan jadikan kursi sebagai bantalnya😀. LELAP. Hahahaaa. Bangun-bangun laper #eaaaaa.

Dermaga Pulau Karimunjawa

Kegiatan selanjutnya di kapal adalah Maen Uno. Kartu Uno yang sengaja baru dibeli oleh Chris untuk dimainkan disini sangat amat membunuh waktu kami selama di kapal. Entah kita main sudah berapa ronde, sampe ga sadar ternyata waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu siang. Sebentar lagi sampai, yeyeyeyyeyyy, kami pun mulai menunjukkan kenarsisan dengan naik kebagian atas kapal dan berfoto-foto. Pulau Karimunjawanya sudah terlihat lho….

Baru tiba di Pulau Karimunjawa

Kapalpun merapatkan dirinya ke dermaga sekitar pukul 13.10 dan kami siap-siap turun dari kapal. Ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki disana, disambut dengan hembusan angin laut yang kencang, matahari yang terik dan Mas Fajar yang sudah berdiri di depan kami. “Mas, fotoin kita dong”, hahahaaa, tetep ye minta foto, padahal muka masih pada kucel belom mandi😛

Dua becak sudah menunggu kami para cewe-cewe untuk diantar sampai ke homestay tempat kita menginap. Sedangkan Chris naik motor bareng sama Mas Fajar. Homestay Dafista, itu adalah nama homestaynya. Merupakan satu-satunya homestay yang berjarak paling dekat dengan dermaga, mungkin hanya 5 menit jalan kaki. Homestay ini terdiri dari beberapa kamar, ada ruang tamu yang biasa kita gunakan juga sebagai tempat makan.

Mejeng di depan Homestay Dafista

Ruang tamu + Ruang Makan @ Homestay Dafista

Jemuran di depan kamar

Kamar @ Homestay Dafista

Sesampainya di Homestay, kita langsung pada beres-beres barang masing dan perebutan mandi. Hahahhaa. Aku kebagian jatah yang pertama. Berhubung acara hari ini sampai malam adalah acara bebas, jadi kita berencana menghabiskan siang sampai sore ini untuk berkeliling lingkungan sekitar dan melihat alun-alun.

Mau kemana kita? "Kesana!!!!!"

Siap dengan pakaian ala foto model yang siap maen basah-basahan, kami berangkat keluar dari homestay tanpa arah dan tujuan yang jelas. Kami pun mulai sotoy menelusuri jalan ini, sampai akhirnya kita beruntung bertemu dengan Mas Fajar yang sedang mengendarai sepeda motor beserta istrinya. Ternyata jarak yang kita tempuh menuju Alun-alun masih sekitar 1 Km lagi, klo mau main basah-basahan, bisa di belakang alun-alun. Mmmm, lumayan yah, siang-siang, udah berdandan ala lenong dan harus berjalan melewati rumah-rumah penduduk. Hahahaha. Tetep PD😀

Bank dan ATM BRI Unit Karimunjawa

Kami bertemu Bank dan ATM di Karimunjawa #kaget. Bank BRI Unit Karimunjawa (Kantor Cabang Pembatu). Entah bank ini sudah beroperasi atau belum, karena pas kami lewat itu adalah hari Sabtu sore dan pasti bank sudah tutup. Mungkin tempat ini bisa jadi tempat yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan saat sedang “terkurung” di Pulau Karimunjawa dan kehabisan uang cash. Hahahaaa….

Akhirnya, sampailah kita di Alun-alun Pulau Karimunjawa, ga ada yang spesial selain hanya lapangan kosong tempat biasa anak-anak remaja pada main sepak bola. Katanya sih klo lagi ada acara, biasanya alun-alun ini rame. Dan kita mulai mencari dimana letak air sebagai sumber kenarsisan kita. Hahahaaaa. Tepat di belakang alun-alun ada sebuah bangunan yang sudah tak terpakai, dan dari belakang bangunan tersebut kita bisa merasakan pasir dan asinnya air laut #senang.

Session foto-foto pun dimulai, mulai dari foto siluet, pose anak ilang, pose loncat sampai pose yang paling ngetrend saat ini, pose GALAU. Oh iya, ada seundukan pasir yang agak tinggi sehingga kita bisa duduk-duduk disana dan aku menyebutnya sebagai Pulau Gosong Asoka KW III. Hahahahaaa….

Menggalau bersama

Loncatttttttttttttt.....................

Siluet🙂

Kapanku punya pacar? #eaaaaa

Ikannn.... ker, ker, ker, sini sini...

Cape juga ternyata melakukan session foto ga jelas itu, hihiiii, sampai akhirnya kami berlima duduk diatas batu-batu dan mulai bernyanyi. Bernyanyi diiringi lagu yang diputar dari playlist handphonenya Bella. Bernyanyi ditemani teriknya matahari. Bernyanyi diiringi angin laut.Saat-saat dimana aku merasa bakalan sangat jarang melakukan kegiatan tersebut. Sweet moment #lebay.

Mataharipun mulai turun dan kami kembali menjadi anak narsis. Hahhahaa.

Sunset

LOVE Gagal

My favorite photo🙂

Di Alun-alun banyak sekali pedagang makanan, mulai dari gorengan, siomay, es, ketela, bakso, dll. Saatnya wisata kuliner, Nining, aku, Bella dan Chris memesan es pala butung, Nining kemudian pesan bakso ikan, Juki pesan siomay. Dari semua makanan ini, harganya lumayan murah tapi rasanya juga sedikit aneh. Hahahahaa. Kami makan lesehan di alun-alun sambil nonton anak-anak yang lagi pada maen bola, lagi asik-asiknya makan, tiba-tiba kami didatangi oleh peremuan separuh baya yang agak terganggu mentalnya. Mendadak suasana kacau dan kita memutuskan untuk kabur dan pulang ke homestay.

Chris, Bella dan Juki mampir untuk membeli martabak telor di tikungan alun-alun sedangkan aku dan Nining memutuskan untuk pulang ke homestay duluan, dengan alasan biar ga kelamaan antri pas mandinya. Sepanjang perjalanan menuju homestay, ada sekelompok anak-anak kecil yang sudah berpakaian rapih dan ingin pergi mengaji, ada beberapa homestay yang siap dengan bakar-bakar ikannya, ada beberapa turis lokal yang sedang ngobrol-ngobrol depan rumah dan selebihnya menghabiskan malam di dalam rumah masing-masing. Menyelusuri jalanan kampung yang tanpa lampu jalan makin lama lumayan serem juga apalagi homestay kami lumayan jauh dari pemukiman yang ramai penduduk. Sampai suatu ketika, Nining bilang, “Nda, lo denger suara orang ngelangkah ga?” | “Yaiyalah denger, itu kan suara sendal lo Ning” | “Tapi kayaknya bukan deh…” dan saat itu kita hanya mempercepat langkah jalan kita saja. Hahahhaha #parno

Kita ga dapet jatah makan malam ini, karena jatahnya sudah kita pakai pas siang tadi ketika baru sampai homestay. Untung aja tadi udah jajan di alun-alun dan sempet beli martabak telor, jadi malam ini kita putuskan untuk tetap berada di kamar, menghabiskan malam untuk bermain uno bersama, ketawa-ketawa bersama dan kami sangat yakin klo kamar tetangga sebelah keberisikan dengan tingkah pola kita. Hahahaha, maap yah😀

Saatnya kami tidur, istirahat untuk bekal tenaga esok hari jelajah pulau hari pertama….

Bersambung ke AMAZING Karimunjawa Islands Part 2 : Surga Dunia

3 thoughts on “AMAZING Karimunjawa Islands Part 1 : Tak Hanya Wacana

Komentarnya ditunggu...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s