Ujung Genteng, Bermain Ombak Samudra Hindia

Satu lagi tempat wisata di Indonesia yang berhasil aku kunjungi. Ujung Genteng, sebuah nama tempat yang berada 140 km dari Palabuhanratu kota, masih terletak di Sukabumi, Jawa Barat. Perjalananku kali ini bersama teman-teman kuliah ekstensi Astra, sehingga perjalanan ini kami sebut “Binusian Astra Trip”. Kali ini, kami bukan menjadi backpacker tetapi kami termasuk kedalam 9 dari sekitar 90an peserta yang bersama-sama dalam satu travel yang bernama  Sunshine Tour. Penawaran yang travel ini berikan menurutku termasuk murah, 379rb untuk keberangkatan Jumat malam dari Jakarta dan tiba Minggu malamnya termasuk biaya makan, penginapan, transportasi pp dan ojek ke tempat wisata. *review untuk travel di akhir postingan yah*

Binusian Astra Trip @ Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia

Jumat, jam 7 malam aku sudah dijemput sama Ka Ari sebagai “ganti rugi” karena dia udah ngebatalin acara ikut trip ini. Berangkatlah kita ke tempat meeting point yang belum tau pasti dimana lokasinya (Pom Bensin depan Universitas Sahid). Ternyata, lokasinya cukup strategis dan aku sudah tiba di lokasi jam 8 malam. Selanjutnya adalah mencari tempat makan malam, “Nikki Bakso Daging Sapi” sebelah Wisma Laena menjadi tujuan pertama kita untuk makan malam. Kenapa pertama? Karena masih ada wisata kuliner berikutnya yaitu “Tahu Campur”. Bakso Nikkinya enakkkkkk, Tahu Texnya juga enakkkkk (dua makanan yang wajib coba). Malam yang mengenyangkan dan pastinya menyenangkan😀

 

Sekitar jam 11 malam kamipun memulai perjalanan menuju Ujung Genteng setelah sebelumnya sang panitia harus memindahkan kami yang sudah duduk manis di bus 1 menjadi bercerai berai di bus 2. Di itinerarynya sih berangkat jam setengah 10, tapi ya namanya orang Indonesia penghasil karet terbesar, apa boleh dikata. Dua bus AC berukuran besar (59 seat) ini pun mulai melaju, tak lupa panitia memimpin doa untuk keselamatan kita diperjalanan. Berdoa mulai….. Amin. Entah kita berapa kali harus berhenti sejenak selama perjalanan pergi. Ini yang menyebabkan kita “telat” sampai di penginapan, dan acara DIRUBAH SEENAKNYA. Memang sih konsekuensi keterlambatan kita klo misalnya mesti ke penginapan dulu mungkin bakalan tambah molor, tapi gara2 rute dadakan kita ke Curug Cikaso, saya jadi ngerasa salah pake warna baju dan itu menyebabkan kurang maksimalnya  hasil dan produksi foto #tetepNarsis. Tapi ya sudahlah yah, namanya jadi peserta, nurut aja apa kata panitia.

Curug Cikaso, tiga buah air terjun yang tinggi, indah, deras dan pastinya membuat kita basah. Untuk menuju ke Curug dari parkiran bis/mobil/motor, bisa ditempuh dengan dua cara. Yang pertama dengan melewati persawahan + jalan setapak, siap-siap hak sepatu atau sendalmu akan bertambah tinggi akibat menempelnya tanah-tanah merah, hati-hati pas turunan, jangan sampe kepleset kaya si Nandul, atau pake cara aman dengan melepas sendal kaya si Renno. Tapi seru, serasa jadi Dora The Explorer, lho😀. Cara yang kedua adalah dengan menaiki perahu kayu milik penduduk setempat, 30rb/sekali jalan yang bisa diisi oleh 10 orang lebih. Kalian akan melewati Sungai Cikaso yang warna airnya bisa berubah drastis, dari hijau menjadi coklat.

Manjat ke batu-batu yang tinggi biar eksis buat foto-foto *padahal mah hasil fotonya sama ajah, wkwkww*

Setelah puas main air, sekitar jam setengah 10an dan kami belum sarapan, panitia mana yah, kita makan dimana yah??? Oh ternyata makan pagi disiapin di warung deket Curug, nasi goreng + telor mata sapi tapi masih dimasak. Sabar yah para cacing🙂. Saatnya balik menuju bis, kali ini kita pengen nyobain naik perahu, apalah artinya 30rb berame-rame berbanding dengan pengalaman naik perahu dimana ada tiga orang besar di dalamnya, sensasi gerakan perahu saat mereka naik dan turun ga bisa tergantikan #alagh

Kata panitia di awal, kita harus kumpul lagi di bus jam 10, tapi masih jam 11 bus belom juga jalan ke penginapan. Molor lagi.

Lupa jam berapa kita sampe penginapan, yang pasti udah melewati jam makan siang, mungkin sekitar jam 1 siang. Selanjutnya acara bagi-bagi penginapan. Satu persatu nama dipanggil dan masuk ke penginapan yang sudah ditentukan panitia, sampai akhirnya namaku, Juki dan Bella dipanggil dan ditempatkan di rumah yang terdiri dari banyak kamar dengan 4 kamar mandi untuk bareng-bareng. Satu kamar diisi oleh 3 orang, isinya 1 kasur ukuran besar dan 1 buah kipas angin. Pisah dari kelompok, ini yang ngebuat kita kecewa, udah gitu fasilitas kamar yg sangat standar jika dibandingkan dengan peserta lainnya. Jelas kami protes, apalagi pas tau klo kelompok cowo-cowo malah dapet sebuah rumah, deket pantai, ada tvnya. Pokoknya enak deh rumahnya, sangat berbanding terbalik sama kamar kita. Dengan segala keegoisan kita, kamipun memboyong bantal dan guling menuju rumah penginapan cowo-cowo untuk ikut nebeng tinggal disana, lebih tepatnya menjajah tempat mereka. Hahahahaa.

Oh ya, untuk masalah sinyal, disini payah deh, semua operator sama aja kualitasnya.

Mandiiiii, akhirnya bisa mandi juga. Hahahhaa. Makan siang ambil di tempat panitia, trus mampir beli air minum botol besar 3x@5000 + jajanan di warung 14x@500. Oh iya, warung ini juga bisa dititipin buat naro air mineral di kulkas lho, jadi kita bisa dapet air mineral dingin deh. Hihihii. Ga usah dibahas yah makanannya, intinya ga enak. Hahhaaa.

Sekitar jam setengah 3, kita mulai kumpul di meeting point untuk menuju Pantai Ujung Genteng, ngantri buat dapet ojek motor yang udah disiapin panitia. Nama ojekku adalah Mang Dedi, pemuda paruh baya berkulit sawo matang yang mengenakan sweater berwarna hijau. Setidaknya itu yang harus aku ingat untuk menemukannya.

Perjalanan dari penginapan menuju pantai Ujung Genteng ditempuh dengan motor sekitar 30menit dengan keadaan jalan yang LUAR BIASA. Saat awal perjalanan, Mang Dedy dengan motor Varionya mulai unjuk kebolehan dengan motong jalan lewat pantai *baru juga jalan nih ojek udah mulai bikin parno*. Mulai dari jalan di pasir, jalan aspal, jalan tanah, jalan batako, jalan lumpur, jalan becek, persawahan, sampai area hutan. SANGAT OFF ROAD. Bahkan ada beberapa motor yang mesti jatuh ke jalanan berlumpur karena emang jalanannya ketutupan lumpur euy. Banyak juga yang dibonceng harus turun karena takut jatoh dari motor. Alhamdulillahnya, Mang Dedi membawaku dengan selamat, pegangan bajunya Mang Dedi sambil terus baca-baca dan bilang, “Jangan sampe jatoh loh Mang, masih trauma jatoh nih…”.

Dianter sampe hutan yang ada dibelakang pantai, 5 menit menyusuri dan dibalik hutan itulah ada Pantai. Yeay! Ombaknya gedeeeeee, pasirnya ga putih sih, agak coklat, tapi tetep aja I Love Beach! Ini nih ombak dari Samudera Hindia, asyik banget buat maen aer, kejar2an ombak dan pastinya foto-foto🙂

Hafid as Running Man

-Bersambung-

Review untuk Sunshine Tour

– Ga tepat waktu, itu kesan pertama yang aku rasakan. Seharusnya jam 21.30 kita berangkat ini molor sampe sekitar jam 23.00. Yang namanya molor satu, maka jadwal berikutnya DIJAMIN BERANTAKAN.

– Ga “ngerti” maunya peserta. Dipisahin dari kelompok, mulai dari duduk di bis pas keberangkatan dan juga penginapan. Menurutku, yang namanya jalan-jalan berkelompok, yang dimauin cuma satu, tetep kumpul *menurutku*. UNTUNGNYA, kita ngotot untuk dapet penginapan dekat dengan satu kelompok kita dan duduk di bus pulang, kita tetap bersama. *Salut buat kaka Doni yang tetep ngeyakinin kita klo kita harus egois dan ga usah pindah tempat duduk :D*

– Ga kenal medan. Saat temanku cerita bahwa salah satu panitia ada yg bertanya padanya, “disini tempatnya?”. LAHHHH, sapa yang panitia, kenapa malah nanya lokasi wisata ke peserta?! Mentang-mentang si Bayu yang bawa motor (pasti disangka tukang ojek sama panitianya, hahhahaaa, sabar ya Bay!)

– Makanannya kok ga ada yang enak yah, entah ini hanya lidah saya saja atau???? Pokoknya makanan terenak selama di Ujung Genteng adalah mie rebus🙂

– Sisanya: Kurang perhatian. Klo ini, ya mungkin agak sedikit dimaklumi ya, orang sebanyak itu dan mesti dikoordinir oleh panitia yang segitu. Terlalu banyak berhenti tanpa pemberitahuan yang jelas dan batasan waktu yang tidak diatur. “Sepi”nya di bis dan kurangnya hubungan persaudaraan antara kami sesama peserta travel mereka.

Sunshine Tour
PIN BB : 2145EE80
Phone : 081286868226
Email : sunshinetour@ymail.com
Twitter : @sunshinetourr

5 thoughts on “Ujung Genteng, Bermain Ombak Samudra Hindia

  1. itulah yang menyebabkan orang lebih memilih pergi dengan kelompok sendiri daripada ikut tour, semuanya serba ngeselin.hahaha…. kesana ga ke t4 penyu2 itu ya nda?

  2. kak, mohon maaf. bisa minta contact person kakak?
    saya mohon banget minta email-in nomor handphone atau pin bb kakak ke kikiyulio@yahoo.com. terkait dengan sunshine tourr, karena saya tertipu dengan travel agent ini sebesar 1,696,000. mohon banget pertolongannya untuk informasi mengenai travel agent ini.
    terima kasih sebelumnya.🙂

Komentarnya ditunggu...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s