More Than Just Apple

Saat apel tak hanya sekedar buah untuk dimakan
Saat apel tak hanya harus berbaris di lapangan ketika Senin pagi
Saat apel tak hanya berarti kunjungan ke pasangan di malam Minggu

Apel, buah yang menjadi salah satu dari sekian oleh-oleh yang kamu berikan untukku sebagai buah tangan dari perjalananmu ke kota Malang.

Pagi kemarin, aku memakan buah apel ini, satu buah berhasil kuhabiskan. Entah kenapa aku kepikiran untuk memfotonya. Kayaknya seru buat foto apel, pikirku. Bergegaslah aku ke kulkas, mengambil sekantong apel dan membawanya ke teras depan rumah.

Awalnya, apel aku bentuk bertumpuk, jepret, aku ubah, aku ambil tiga buah apel kemudian aku foto, jepret. Hasilnya tidak memuaskan, ga ada seninya menurutku. Akupun mulai terfikir menyusun apel tersebut sehingga membentuk sebuah love penuh, jepret. Hasilnya masih jelek. Oh, mungkin karena background fotonya gelap.

Maka bergegaslah aku ke lantai dua rumahku dan menuju terasnya, lalu aku mengambil empat lembar kertas A4 kosong dan menyusunnya sebagai background. *niat yah*. Dari sekian bentuk yang aku susun, dari sekian pilihan pengeditan foto yang aku gunakan, terciptalah foto di atas.

Iklan

Komentarnya ditunggu...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s