Sepatu Sidang

Seketika kami berdua (Aku dan Nur) terdiam sesaat keluar dari Musholla siang tadi.

Sepatuku kemana?????????, pikirku saat itu.

“Ya ampun baru inget”, perkataan dari Nur menyadarkanku, bahwa sepatuku masih berjejer manis diantara sepatu lainnya.

Lalu kamipun sadar akan rasa “kehilangan” ini dan tertawa bersama seraya meninggalkan jejeran sepatu yang lain….

*yang ga ngerti maksud ceritanya, bisa baca beberapa kali, hubungi saya jika tidak mengerti juga. Hahaaaa*

Komentarnya ditunggu...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s